oleh : Futihati Tadzkiran
Setiap manusia pada hakikatnya diciptakan oleh Allah dengan tujuan mulia, yakni menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia diberi amanah untuk menjaga, memelihara, serta memanfaatkan segala potensi alam dengan sebaik-baiknya. Kedudukan ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling utama dibandingkan ciptaan lainnya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
> “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).”
(Q.S. At-Tin: 4-5)
Namun, kehormatan ini tidak datang begitu saja. Ia membutuhkan ketaatan, ketakwaan, serta kesadaran untuk selalu berada dalam jalan yang diridai Allah. Luqman pernah menasihati anaknya agar tidak menyekutukan Allah, karena kesyirikan adalah sebuah kezhaliman yang besar. Dari nasihat ini kita belajar bahwa kemenangan seorang muslim dimulai dari tauhid yang lurus, takwa yang kuat, serta kesadaran akan amanah yang dipikulnya.