Nahdlatul Ulama (NU) telah menapaki perjalanan panjang selama satu abad. Seratus tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan bukti istiqamah sebuah jam’iyah dalam menjaga agama, merawat tradisi, dan mengawal bangsa Indonesia menuju peradaban yang berakhlak dan bermartabat.
Sejak didirikan oleh para ulama dan kiai pada tahun 1926, NU hadir sebagai benteng Ahlussunnah wal Jama‘ah yang menanamkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Dakwah NU tumbuh dari pesantren, masjid, dan majelis ilmu, menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat. Di sanalah nilai-nilai keislaman ditanamkan dengan hikmah, kearifan, dan cinta tanah air.

