Khutbah Jum'at Singkat : Sya‘ban, Bulan yang Sering Dilupakan

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.


Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Saat ini kita berada di bulan Sya‘ban, sebuah bulan yang sering kali dilalaikan oleh banyak manusia, padahal bulan ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ذَٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Itu adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Padahal bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam.”

(HR. an-Nasa’i)

Berbeda dalam Adab, Bersatu dalam Do'a : Hukum Mengusap Wajah Usai Doa dalam Perspektif Hadits dan Fiqih

Perbedaan pendapat dalam fiqih Islam merupakan konsekuensi logis dari perbedaan metodologi istinbāṭ dan cara memahami dalil-dalil syar‘i. Dalam wilayah ibadah amaliyah, sejumlah praktik keagamaan dipahami secara beragam oleh para ulama, tanpa menafikan kesepakatan mereka pada pokok-pokok ajaran Islam. Salah satu persoalan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah praktik mengusap wajah setelah doa, yang oleh sebagian ulama dibolehkan, sementara oleh sebagian yang lain tidak dianjurkan.

Kajian ini bertujuan untuk menelaah hukum mengusap wajah setelah doa melalui pendekatan hadits dan fiqih, dengan menyoroti dalil-dalil yang digunakan, pandangan ulama empat mazhab, serta sikap organisasi keagamaan di Indonesia. Pembahasan ini diharapkan dapat menempatkan persoalan tersebut dalam kerangka khilāfiyah furū‘iyyah secara proporsional dan akademik.

Hadits-Hadits Terkait Mengusap Wajah Setelah Doa

Di antara hadits yang sering dijadikan dasar kebolehan mengusap wajah setelah doa adalah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

(HR. at-Tirmidzi)