Ikhtilaf adalah Sunnatullah: Peran Pesantren dalam Mendidik Kedewasaan Beragama

Ada kegelisahan setiap kali Ramadhan mendekat: bukan soal iman yang melemah, tetapi ego yang menguat. Perbedaan awal Ramadhan sering kali berubah menjadi panggung klaim kebenaran. Padahal, sejak dahulu para ulama telah berbeda dalam metode—sebagian menempuh hisab, sebagian menegakkan rukyat—namun mereka tetap bersaudara dalam akidah dan ibadah.

Gerhana Cincin Antarktika dan Klaim 1 Ramadhan 1447 H

Di ufuk selatan bumi yang dingin, 17 Februari 2026, Matahari dan Bulan “menari” dalam diam. Cincin api terbit di langit Antarktika—sebuah lingkaran cahaya yang membingkai kegelapan.

Bagaimana Ramadhan Mengangkat Derajatmu?

Ramadhan: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tetapi Jalan Menuju Kemuliaan

Setiap tahun Allah ﷻ menghadirkan bulan Ramadhan sebagai hadiah terbesar bagi kaum mukminin. Di bulan inilah pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan adalah madrasah ruhani yang Allah siapkan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya.

Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak semua mendapatkan peningkatan derajat di sisi Allah. Ada yang hanya memperoleh rasa lapar dan haus, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga."
(HR. Ahmad no. 8856, Ibnu Majah no. 1690, dinilai hasan oleh sebagian ulama).

Hadis ini menjadi peringatan bahwa tujuan Ramadhan jauh lebih besar daripada sekadar menahan makan dan minum. Ramadhan hadir untuk mengubah hati, memperbaiki akhlak, dan mengangkat kedudukan seorang hamba di sisi Rabb-nya.


Khutbah Jum’at Singkat – Sya’ban sebagai Momentum Transformasi Iman

  اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Khutbah Pertama

Alhamdulillah segala puji bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat hadir di rumah-Nya pada hari yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umat yang mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini kita berada di bulan Sya’ban, bulan yang sering dilupakan oleh sebagian umat, padahal memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

​"مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ"

 ​"Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa di luar Ramadhan daripada di bulan Sya’ban." (HR. Muslim)

Bulan Sya’ban adalah bulan persiapan menyambut Ramadhan. Oleh karena itu, kita perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menyucikan hati, memperbaiki amal, dan meningkatkan kualitas iman, agar ketika Ramadhan tiba, kita siap menerima pahala berlipat ganda.

Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia,

Kita hidup di dunia yang penuh ujian. Iman kita diuji oleh berbagai hal: ekonomi, kesehatan, tekanan sosial, hingga rasa lelah dan putus asa. Bulan Sya’ban mengingatkan kita untuk menyiapkan diri, bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual. Rasulullah ﷺ memberi contoh dengan memperbanyak