Pandangan dan Sikap Muslim dalam Menyambut Tahun Baru 2026

Pergantian tahun 2026 merupakan momen yang tidak bisa dihindari dalam perjalanan waktu manusia. Bagi seorang Muslim, pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka atau perayaan seremonial, melainkan saat yang tepat untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memperbaiki niat, dan meneguhkan komitmen ketaatan kepada Allah SWT. Islam memandang waktu sebagai amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”

(QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Ayat ini menegaskan bahwa berlalunya waktu, termasuk pergantian tahun, dapat menjadi sebab kerugian apabila tidak diisi dengan iman dan amal saleh. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memandang tahun baru sebagai pengingat bahwa umur semakin berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas.

1. Muhasabah sebagai Sikap Utama

Sikap utama Muslim dalam menyambut tahun baru adalah muhasabah. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum ditimbang.”

Pergantian tahun 2026 menjadi waktu yang tepat untuk menilai diri: bagaimana kualitas shalat kita, hubungan dengan Al-Qur’an, akhlak kepada orang tua, keluarga, dan sesama, serta kontribusi kita bagi umat. Muhasabah ini bukan untuk meratapi masa lalu, melainkan sebagai landasan perubahan ke arah yang lebih baik.

2. Menjauhi Perayaan yang Bertentangan dengan Syariat

Islam tidak melarang kegembiraan, namun memberikan batasan agar kegembiraan tidak melanggar syariat. Perayaan tahun baru yang diisi dengan hura-hura, mabuk-mabukan, pesta berlebihan, atau perbuatan maksiat jelas bertentangan dengan nilai Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”

(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menjadi peringatan agar umat Islam tidak meniru budaya yang bertentangan dengan akidah dan akhlak Islam. Seorang Muslim hendaknya menjaga identitas keimanannya, termasuk dalam menyikapi pergantian tahun.

3. Mengisi Tahun Baru dengan Amal Saleh

Sikap terbaik menyambut tahun 2026 adalah dengan memperbanyak amal saleh. Mengisi malam pergantian tahun dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, doa, dan istighfar jauh lebih bernilai di sisi Allah daripada perayaan kosong tanpa makna. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

(HR. Ahmad)

Motivasi ini mendorong umat Islam untuk menjadikan tahun baru sebagai awal peningkatan manfaat, baik dalam ibadah pribadi maupun kontribusi sosial, seperti sedekah, membantu sesama, dan memperbaiki akhlak.

4. Menata Niat dan Target Kebaikan

Islam sangat menekankan niat. Tahun baru adalah kesempatan untuk memperbarui niat dan menyusun target kebaikan. Niat memperbaiki shalat, memperbanyak puasa sunnah, istiqamah sedekah, atau meningkatkan ilmu agama adalah langkah awal yang bernilai ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan niat yang benar, aktivitas duniawi sekalipun dapat bernilai ibadah, selama dilakukan sesuai syariat dan bertujuan mencari ridha Allah SWT.

5. Optimisme dan Harapan dalam Islam

Islam mengajarkan optimisme dan harapan, bukan pesimisme. Menyambut tahun 2026 hendaknya dilakukan dengan semangat husnuzan kepada Allah, bahwa masa depan ada dalam genggaman-Nya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS. Al-Insyirah: 6)

Ayat ini menjadi motivasi agar seorang Muslim tidak putus asa menghadapi tantangan hidup. Tahun baru bukan jaminan hidup tanpa masalah, tetapi peluang untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, kuat, dan bertakwa.

Penutup

Pandangan dan sikap Muslim dalam menyambut tahun baru 2026 hendaknya berlandaskan iman, ilmu, dan ketakwaan. Bukan dengan euforia berlebihan, melainkan dengan muhasabah, memperbaiki diri, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh. Semoga pergantian tahun ini menjadi titik awal hijrah menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih siap menghadapi kehidupan dunia serta akhirat.

“Ya Allah, berkahilah umur kami, waktu kami, dan amal kami.”

Aamiin.

No comments: