Pergantian tahun 2026 merupakan momen yang tidak bisa dihindari dalam perjalanan waktu manusia. Bagi seorang Muslim, pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka atau perayaan seremonial, melainkan saat yang tepat untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memperbaiki niat, dan meneguhkan komitmen ketaatan kepada Allah SWT. Islam memandang waktu sebagai amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan-Nya.
Allah SWT berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Ayat ini menegaskan bahwa berlalunya waktu, termasuk pergantian tahun, dapat menjadi sebab kerugian apabila tidak diisi dengan iman dan amal saleh. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memandang tahun baru sebagai pengingat bahwa umur semakin berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas.
1. Muhasabah sebagai Sikap Utama