oleh : Tsalsa Ayu Rahmadhani
Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama. Di antara nama besar itu, KH. Hasyim Asy’ari berdiri tegak sebagai sosok ulama karismatik, pendiri Nahdlatul Ulama, dan pejuang yang mengajarkan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Lahir pada 10 April 1871 di Jombang, KH. Hasyim tumbuh dalam keluarga pesantren yang kuat dengan tradisi keilmuan Islam. Ia menimba ilmu di berbagai pesantren Jawa hingga kemudian berangkat ke Makkah. Di tanah suci, beliau tidak hanya memperdalam kitab-kitab klasik, tetapi juga menyerap semangat perjuangan para ulama dunia Islam. Sekembalinya ke tanah air, KH. Hasyim bukan sekadar mengajar kitab, tetapi juga menyalakan api kesadaran umat untuk mencintai agama sekaligus membela bangsa.
Ulama dan Pejuang Kemerdekaan
Pada masa penjajahan, banyak yang menganggap agama dan politik sebagai dua jalan berbeda. Namun, KH. Hasyim Asy’ari hadir untuk menyatukannya. Beliau menegaskan bahwa menjaga agama tidak bisa dilepaskan dari menjaga tanah air. Dari situlah lahir gagasan besar bahwa “hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air adalah bagian dari iman).
