Khutbah Jum'at Singkat : Meneladani Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 ​أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. ​

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, 

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan sebagai penentu keselamatan di akhirat kelak.

Pada kesempatan khutbah Jum’at kali ini, khatib akan menyampaikan tentang peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan pelajaran iman, akidah, dan ibadah.


Pesantren dan Ideologi Kyai Terhadap Santri: Antara Sakralitas Tradisi dan Dialektika Zaman

 Telaah Judul: Mengapa "Ideologi Kyai"?

​Judul ini mengandung dua entitas sentral: Kyai sebagai subjek aktif (sang pemberi pengaruh) dan Santri sebagai subjek reseptif (penerima nilai). Kata "Ideologi" di sini tidak bermakna politis sempit, melainkan sebuah worldview atau cara pandang dunia yang mencakup aspek teologis, sosial, hingga perilaku keseharian. Membahas ideologi Kyai berarti membedah isi kepala dan hati seorang pemimpin spiritual yang kemudian diproyeksikan kepada ribuan muridnya melalui sistem asrama yang tertutup.

​Retorika dan Romantisme Pesantren

​Dalam narasi ideal, pesantren digambarkan sebagai "kerajaan kecil" yang mandiri. Kyai adalah sang raja bijak yang kata-katanya dianggap sebagai dawuh suci. Santri, dalam retorika klasik, diposisikan sebagai "tanah liat" yang siap dibentuk oleh tangan dingin Kyai.